April 11, 2013

Sejarah Angka Nol "0"
0 (dibaca Nol) adalam suatu angka yang digunakan untuk mewakili atau mendampingi angka lain dalam angka. Nah, Nol apakah dapat dibaca "kosong". Jangan salah artinya sahabat Fano . Sesungguhnya penggunaan cara membaca angka 0 "Nol" dan "Kosong" itu jadi beda arti. Masih belum paham? Nanti Fano akan buatkan artikel tentang itu. Nah, untuk kali ini di Taman Fanorama kali ini Fano membahas tentang sejarah angka 0.

Angka Nol pertama kali diperkenalkan oleh bangsa Maya. Suatu suku yang pernah mendiami daerah Meksiko Selatan dan bagian-bagian Amerika Tengah lainnya. Pusat kebudayaannya terdapat di Semenanjung Yukatan. Kota paling awal berdirinya diperkirakan pada abad ke-3 di hutan Guatemala yang lebat dan yang terakhir diperkirakan dibangun pada abad ke-10 dan abad ke-11 pada sebuah dataran di Yukatan bagian Utara. Kota-kota ini merupakan peninggalan orang-orang Maya yang memiliki tingkat kebudayaan yang tinggi dengan catatan arsitektur paling beraneka ragam dan paling maju. Kebudayaan suku Maya ini berkembang dari abad ke-1 S M sampai mulainya peniggalan Masehi.

Suku Maya menggunakan angka Nol sendiri untuk sebagai pengganti angka, dalam sebuah sistem tempat-nilai vertikal. Hal ini dianggap sebagai salah satu prestasi terbesar budaya mereka (suku Maya).

Asal mula nama dari angka Nol ini itu sendiri berasal dari bahasa Arab, yaitu ‘sifr’ (data dari buku “calendar” karya D.E.Duncan).

Sampai pada abad ke-7, Brahmagupta ialah seorang matematikawan India memperkenalkan beberapa sifat bilangan Nol. Sifat-sifatnya adalah suatu bilangan bila dijumlahkan dengan Nol adalah tetap, demikian pula sebuah bilangan bila dikalikan dengan Nol akan menjadi Nol. Tetapi, Brahmagupta menemui kesulitan, dan cenderung ke arah yang salah, ketika berhadapan dengan pembagian oleh bilangan Nol “sebuah bilangan dibagi oleh Nol adalah tetap”. Tentu saja ini merupakan suatu kesalahan fatal sekali. Tetapi, hal ini tetap harus sangat dihargai untuk ukuran saat itu (abad ke-7).

Ide-ide cemerlang dari matematikawan asal India selanjutnya dipelajari oleh matematikawan asal Muslim dari Arab. Hal ini terjadi pada tahap-tahap awal ketika matematikawan Al-Khawarizmi meneliti sistem perhitungan Hindu (India) yang menggambarkan sistem nilai tempat dari bilangan yang melibatkan bilangan 0 (nol), 1 (satu), 2 (dua), 3 (tiga), 4 (empat), 5 (lima), 6 (enam), 7 (tujuh), 8 (delapan), dan 9 (sembilan). Al-Khawarizmi yang pertama kali memperkenalkan penggunaan bilangan nol sebagai nilai tempat dalam basis sepuluh. Sistem ini disebut sebagai sistem bilangan desimal.

Sebagai tambahan pengetahuan bahwa selain itu Al Khawarizmi merupakan penulis kitab aljabar (matematika) pertama di muka bumi. Karyanya, Kitab Aljabar Wal Muqabalah merupakan pertama kalinya dalam sejarah dimana istilah aljabar muncul dalam kontesk disiplin ilmu. Nama aljabar sendiri diambil dari bukunya (Al-Khawarizmi) yang terkenal tersebut. Karangan itu sangat populer di negara-negara barat dan diterjemahkan dari bahasa Arab ke bahasa Latin dan juga Italia.

irvanfanorama.blogspot.com

0 comments:

Post a Comment